Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Oktober 2020

Darah Tinggi. Yuk Kenali Penyebab dan Pencegahannya

11.43.00 0 Comments

Darting nih saya ngadepi anak-anak yang bandel ini. 

Jangan makan daging kambing. Ntar darah tinggi lo.

Marah-marah mulu. Darah tinggi ya?


Sering dengar ungkapan seperti itu? Bener gak sih kalau makan daging kambing itu bikin darah tinggi? Apa iya kalau orang darah tinggi itu memang sukanya marah-marah?


Sebenarnya apa sih Darah Tinggi itu?


Yuk Kita Kenali Apa Penyebab dan Bagaimana Pencegahannya


Bahasan :


Pengertian

Darah Tinggi. Penyebutan ini sebenarnya kurang tepat. Penyebutan baku adalah TEKANAN DARAH TINGGI atau HIPERTENSI. Dalam postingan ini akan saya pakai kata HIPERTENSI ya. Kemudian siapa yang disebut penderita Hipertensi? 


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Hipertensi adalah Suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg (≥ 140mmHg)  dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg (≥ 90mmHg).

Sistolik menunjukan tekanan ketika jantung Anda memompa darah ke seluruh tubuh,. Sementara diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung Anda dalam keadaan istirahat yaitu saat terjadi pengisian darah ke jantung (di antara ketukan atau detak).

Sistolik adalah angka yang ada di “atas” dan diastolik adalah angka yang ada di “bawah”Jika tekanan darah Anda adalah 120/80, 120 adalah sistolik dan 80 adalah diastolik


Trus tekanan darah yang normal itu berapa sih? 

Salah satu guideline terbaru yang dapat dijadikan acuan di Indonesia adalah guideline Joint National Committee (JNC) 8. JNC 8 mengeluarkan standar normal tekanan darah berdasarkan sistolik maupun diastolik.Tekanan darah dikatakan normal jika nilai sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg, atau disederhanakan menjadi di bawah 120/80.




Klasifikasi Tekanan Darah menurut JNC 8 
  • Prahipertensi: sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg
  • Hipertensi tahap 1: sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg
  • Hipertensi tahap 2: sistolik lebih dari maupun sama dengan 160 mmHg, atau diastolik lebih dari ataupun sama dengan 100 mmHg

Prevalensi

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang  paling umum dan paling banyak disandang orang di dunia. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi. Setiap tahunnya di dunia diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi. Dan setiap tahunnya di dunia diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Di Tingkat Nasional, berdasarkan data Riskesdas, prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2013 sebesar 25,8%.Sedangkan berdasarkan data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016 menunjukkan prevalensi tekanan darah tinggi pada penduduk usia 18 tahun keatas adalah 32,4%. 

Tuh. Banyak kan ternyata yang menderita darah tinggi. 

Namun dari kedua studi tersebut juga diketahui bahwa hanya sepertiga penderita hipertensi (36,8%) yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang minum obat. Artinya apa? Artinya banyak penderita yang TIDAK MENYADARI bahwa dirinya menderita darah tinggi ataupun mendapatkan pengobatan. Itulah kenapa Hipertensi disebut the silent killer karena tidak semua penderita hipertensi mengenali/merasakan keluhan maupun gejala.

Padahal sebenarnya penyakit ini bisa dicegah lo. 


Penyebab



Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Hipertensi terbagi atas Hipertensi Essensial (Primer) dan Hipertensi Sekunder

Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Sedangkan hipertensi sekunder umumnya disebabkan oleh berbagai kondisi seperti: Penyakit ginjal, Penyakit kelenjar tiroid, Tumor kelenjar adrenal dll. Sebagian besar penderita hipertensi menderita hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya.


Pencegahan 

Kemudian apa yang harus kita lakukan agar kita tidak terkena Hipertensi? Pertama kenali FAKTOR RISIKO HIPERTENSI.


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Terdapat dua Faktor Risiko Hipertensi yaitu :

  1. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah 
  2. Faktor Risiko yang Dapat Diubah.

1. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
 
Faktor Risiko yang melekat pada penderita Hipertensi dan tidak dapat diubah, antara lain :
  • Umur
  • Jenis Kelamin
  • Genetik


2. Faktor Risiko yang dapat diubah

Faktor Risiko yang diakibatkan perilaku tidak sehat dari penderita hipertensi antara lain :
  • Merokok
  • Diet rendah serat
  • Dislipidemia
  • Konsumsi garam berlebih
  • Kurang aktivitas fisik
  • Stres
  • Berat badan berlebih/ kegemukan
  • Konsumsi alkohol

Pengendalian

Apa yang bisa kita lakukan apabila kita sudah mengetahui dan mengenali penyebab serta faktor risikonya? Ini yang akan kita bahas selanjutnya. Bagaimana mengendalikan faktor risiko serta penyebab yang mungkin ada dalam diri kita. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Dari faktor risiko yang ada mungkin akan muncul gejala seperti sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, gelisah, penglihatan kabur, mudah lelah dan lainnya. Namun mungkin juga tidak muncul gejala apapun. Tanpa gejala ini yang paling sering terjadi. Seseorang tidak merasakan gejala apapun namun saat iseng memeriksakan tekanan darah, baru diketahui ternyata tekanan darahnya tinggi. Hal ini yang membahayakan. Karena seseorang tidak merasa tekanan darahnya tinggi kemudian melakukan aktivitas fisik berlebihan atau terlalu banyak pikiran (stress) dalam pekerjaan bisa tiba-tiba jatuh dalam keadaan stroke.
 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui tekanan darah kita secara berkala. Pengukuran bisa dilakukan sendiri (apabila punya alatnya dan bisa menggunakannya) atau ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga kita bisa antisipasi hal-hal yang membahayakan apabila ternyata tekanan darahnya tinggi. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Setelah diketahui tekanan darahnya, berikut ada tips untuk mencegah dan mengendalikan agar tekanan darah normal. Tips itu antara lain :
  • Batasi konsumsi garam (jangan melebihi 1 sendok teh per hari)
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Tidak merokok dan menghindari asam rokok
  • Makan gizi seimbang
  • Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
  • Menghindari minum alkohol 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI

Pola Makan

Apabila Anda ternyata mengalami hipertensi, ada pola makan yang sebaiknya dilakukan. Mengurangi gula, garam, dan lemak serta memperbanyak sayur dan buah.



Cara memasak yang dianjurkan adalah menumis, kukus atau panggang. Apabila menggoreng, minyak secukupnya saja. Dan menggunakan bumbu rempah untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan.


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Berikut ini modifikasi Dietary Approaches to stop Hypertension (DASH) bagi penderita hipertensi yang ingin menurunkan tekanan darahnya. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Penting untuk Diketahui dan Dilakukan

Hipertensi bisa menyebabkan timbulnya penyakit lain atau bisa dikatakan menimbulkan komplikasi. Itu harus diketahui. Betapa bahayanya hipertensi ini. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa menyebabkan Penyakit Jantung, Stroke, Penyakit Ginjal, Gangguan Penglihatan, Penyakit Pembuluh Darah Tepi, Gangguan Saraf dan Gangguan Otak.  




Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk 
  1. Cek Kesehatan Secara Berkala
  2. Enyahkan Asap Rokok
  3. Rajin Aktivitas Fisik/Olahraga
  4. Diet Sehat dan Seimbang
  5. Istirahat Cukup
  6. Kelola Stres

Apabila Anda sudah menderita hipertensi, maka kendalikan dengan PATUH
  • Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  • Tetap diet dengan gizi seimbang
  • Upayakan aktivitas fisik dengan aman.
  • Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Dan berikut merupakan rekomendasi tindak lanjut hipertensi. Anda harus menyadari bahwa apabila Anda hipertensi, Anda harus bersabar karena PENGOBATAN HIPERTENSI MERUPAKAN PENGOBATAN YANG LAMA DAN MUNGKIN AKAN TERUS MENERUS SEPANJANG HIDUP. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui tekanan darah kita sedini mungkin agar kita bisa mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah yang bisa menyebabkan hipertensi.


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Ini juga penting untuk Anda ketahui. Apabila Anda sudah terkena hipertensi, maka Anda harus berobat rutin. Bisa berobat di fasilitas kesehatan terdekat karena kita ketahui bahwa pengobatan hipertensi itu pengobatan jangka panjang dan mungkin juga seumur hidup. 

Sebagai penderita hipertensi, apa yang harus Anda ketahui saat berobat? Yang harus Anda ketahui adalah :
  • Cara Minum Obat
  • Fungsi Obat mana yang jangka panjang mana yang jangka pendek atau penghilang gejala saja. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Panjang ya ternyata pembahasan hipertensi ini. Semoga denagn tulisan ini Anda bisa mengetahui dan mengenali faktor risiko yang ada dalam diri Anda sehingga Anda bisa melaukan hal-hal yang bisa menghindarkan diri dati peningkatan tekanan darah yang bisa menyebabkan hipertensi.   


Kamis, 08 Oktober 2020

Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog di Bidang Kesehatan

00.22.00 0 Comments
Kesehatan adalah mahkota yang dipakai orang sehat, tetapi hanya orang sakit yang dapat melihatnya. - (Imam Syafi’i)


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau dan luas daratan 1.904.569 kilometer persegi. Terbagi dalam 34 propinsi, 416 kabupaten dan 98 kota dengan sistem pemerintahan desentralisasi. Merupakan negara keempat dengan jumlah penduduk terpadat di dunia yaitu 258 juta jiwa. Dengan kepadatan penduduk mencapai 135,2 orang per kilometer persegi dengan angka pertumbuhan penduduk sebesar 1,38% dan umur harapan hidup 70,1 tahun. 


Indonesia memiliki 9.767 puskesmas dengan rasio puskesmas per 30.000 orang sebesar 1,13 namun hanya 1.618 puskesmas yang memiliki tenaga bidang promosi kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan berjumlah 341.536 orang dengan jumlah tenaga medis sebanyak 289.465 orang. (Sumber dari Profil Kesehatan Kemenkes 2016)


Profil Kesehatan Indonesia Kemenkes 2016
(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Sedangkan pada Profil Kesehatan Indonesia 2019 disebutkan total jumlah Puskesmas di Indonesia sampai dengan Desember 2019 adalah 10.134 puskesmas, yang terdiri dari 6.086 Puskesmas rawat inap dan 4.048 Puskesmas non rawat inap. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu sebanyak 9.993, dengan jumlah Puskesmas rawat inap sebanyak 3.623 puskesmas dan Puskesmas non rawat inap sebanyak 6.370 puskesmas. 


Perkembangan jumlah puskesmas sejak tahun 2015 jumlah Puskesmas semakin meningkat, dari 9.754 unit menjadi 10.134 Puskesmas pada tahun 2019. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, peningkatan jumlah Puskesmas rata-rata 70 Puskesmas per tahun. Peningkatan jumlah Puskesmas tersebut menggambarkan upaya pemerintah dalam pemenuhan akses terhadap pelayanan kesehatan primer. 


Pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan primer dapat dilihat secara umum dari rasio Puskesmas terhadap kecamatan. Rasio Puskesmas terhadap kecamatan pada tahun 2019 sebesar 1,4. Hal ini menggambarkan bahwa rasio ideal Puskesmas terhadap kecamatan yaitu minimal 1 Puskesmas di 1 kecamatan, secara nasional sudah terpenuhi, tetapi perlu diperhatikan distribusi dari Puskesmas tersebut di seluruh kecamatan.


Dengan Profil Kesehatan seperti tersebut diatas, sungguh besar tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan Kesehatan bagi rakyatnya. Begitu banyak problematika kesehatan yang muncul seiring dengan perubahan lingkungan juga pola hidup rakyatnya. Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular menjadi ancaman bagi semua pihak. Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan Indonesia Sehat.  


Situasi Penyakit Menular di Indonesia bisa kita lihat pada infografis berikut. 8 Besar Penyakit Tidak Menular berdasarkan prevalensinya yaitu : Kanker, Gagal Ginjal, Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Diabetes Mellitus, Cedera dan Hipertensi.  Terlihat bahwa Penyakit Hipertensi memiliki Prevalensi tertinggi  diikuti Stroke yang merupakan komplikasi dari hipertensi.



Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia
(Sumber Gambar 
FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Dan ternyata STROKE merupakan Penyebab Kematian Tertinggi dari 10 Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia disusul kematian akibat penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena sebenarnya penyakit tersebut bisa dikenali dari faktor risiko yang ada sehingga harusnya bisa dicegah jangan sampai terjadi bahkan sampai menimbulkan kematian. 


Stroke adalah suatu kondisi akibat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Pasokan itu bisa terganggu atau berkurang dikarenakan tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah bisa tersumbat atau pecah apabila pembuluh darah menyempit atau tekanan meningkat atau keduanya. Jadi bisa dikatakan STROKE merupakan KOMPLIKASI dari penyakit hipertensi serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Stroke mengakibatkan gejala gangguan saraf bahkan kematian.


Berdasarkan pengalaman selama saya bertugas di Puskesmas, usia penderita Hipertensi semakin kesini semakin muda. Dulu, yang memeriksakan diri karena Hipertensi (sering disebut juga sebagai Darah Tinggi) itu mbah-mbah yang berusia 60 tahun keatas. Namun saat ini sering saya temui pasien dengan usia kisaran 30 tahunan sudah menderita hipertensi bahkan mengalami stroke. Dan dari sistem registrasi sampel Litbangkes (2014), stroke menempati urutan pertama penyebab kematian utama di segala umur (21,1 %).


Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia
(Sumber Gambar 
FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Padahal stroke sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengenali FAKTOR RISIKO dan melakukan pengendalian terhadap faktor risiko yang dimiliki agar tidak berlanjut menjadi penyakit dengan melakukan POLA HIDUP SEHAT. 

(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)

Maka penting bagi kita untuk tahu kondisi tubuh kita. Mengenali faktor risiko yang ada dalam diri kita. Dengan mengenali faktor risiko yang ada, diharapkan kita bisa melakukan tindakan pencegahan agar faktor risiko itu tidak berlanjut menjadi penyakit. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesehatan.  


(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Dunia Blog bisa menjadi jalan untuk meningkatkan awareness masyarakat. Hal ini merupakan Peluang yang harus bisa saya manfaatkan seoptimal mungkin. Sebagai seorang Blogger sekaligus Dokter, saya harus bisa Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog di Bidang Kesehatan ini. Menurut saya, peluang dunia blog tidak hanya Peluang untuk Mendapatkan Penghasilan saja namun juga Peluang untuk menyebarkan kebaikan, meningkatkan awareness dan berbagi manfaat. 


Untuk mengoptimalkan peluang dunia blog, diperlukan ilmu. Ilmu yang bisa meningkatkan pengetahuan serta skill kita saat blogging. Selain ilmu, penting juga bagi seorang blogger untuk bergabung dengan komunitas yang bisa menunjang pengembangan blog kita. Saya sangat merasakan manfaat bergabung dengan komunitas. Dengan bergabung komunitas, saya lebih update ilmu karena sering mendapatkan informasi dari teman-teman komunitas. Salah satunya informasi tentang webinar Ngeblog Bareng yang diselenggarkan Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) bekerjasama dengan IM3 Ooredo. Webinar ini berlangsung mulai dari tanggal 29 Agustus hingga 3 Oktober 2020. Dari 25 Webinar yang berkaitan dengan Blogging itu, saya mengikuti 9 diantaranya.
 

Sungguh beruntung saya bisa mengikuti webinar-webinar tersebut. Dari webinar yang saya ikuti, saya jadi tahu bagaimana Foto Oke Cuma Pakai Hape, juga Ngedit Foto Kece Cuma Pakai Hape. Juga jadi tahu bagaimana desain grafis menggunakan canva. Dan tidak kalah pentingnya webinar Menulis Konten Berkualitas serta Memenangi Lomba Blog yang membuat saya berani berbagi tulisan ini. Dalam webinar tersebut, mentor sekaligus Ketua IIDN, Widyanti Yuliandari mengatakan bahwa sebisa mungkin seorang blogger itu membuat konten yang unik dan disertai data yang akurat yang diambil dari sumber terpercaya.  


9 Webinar Ngeblog Bareng yang Saya ikuti  


Untuk menunjang aktivitas blogging dan mengoptimalkan blog, sangat penting menggunakan jaringan internet yang cepat dan stabil. Dari webinar series yang saya ikuti, saya jadi tahu produk atau layanan terbaru IM3 Ooredoo yaitu IMPreneur dan IMClass. Padahal saya juga pengguna produk IM3 Ooredo. Alhamdulillah dengan paket IM3 Freedom U yang saya pilih, saya tidak mengalami kendala selama mengikuti webinar. 



Paket IM3 yang saya gunakan (Freedom U)








 “Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN 

Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging” 

 http://bit.ly/im3ooredoxiidn 



Senin, 14 November 2016

Gaya Hidup Seimbang

11.40.00 0 Comments

Akhir - akhir ini semakin gencar mempromosikan gaya hidup sehat. Di supermarket makin mudah menemukan sayur dan buah organik bahkan bumbu instan yang mengklaim bebas msg dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar minat orang untuk mulai hidup sehat.

Sebenarnya hidup sehat itu gimana sih? Gaya hidup sehat sebenarnya terletak pada keseimbangan. Keseimbangan apa? Keseimbangan pemenuhan zat gizi untuk melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas.

Nah bagaimana dengan beberapa metode yang menyuruh kita mengurangi suatu zat dan melebihkan sesuatu yang lain? Zat apa saja sih yang sebenarnya kita butuhkan? Mari kita telaah bersama

Perlu kita ketahui kandungan dan manfaat dari makanan yang kita makan. Dalam makanan yang kita makan harus terdiri dari Karbohidrat, Protein, Lemak dan Vitamin Mineral dalam jumlah seimbang dan sesuai kebutuhan. 

Berikut saya sampaikan beberapa manfaat dari zat gizi. Karbohidrat itu merupakan sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas. Protein kita butuhkan untuk membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak. Lemak merupakan penghasil energi dan juga merupakan zat pelarut bagi beberapa vitamin. Sedangkan vitamin dan mineral merupakan zat pengatur yang diperlukan beberapa organ tubuh agar berfungsi baik. Ini hanya sebagian dari manfaat zat gizi ya. Masih banyak manfaat yang lain. Insyaallah nanti akan saya bahas lebih detail masing-masing. Sekarang sekilas ini dulu ya. 

Setelah mengetahui fungsi dan peranan dari masing-masing zat gizi, kita jadi tahu bahwa semua zat gizi itu diperlukan oleh tubuh. Jadi semua zat gizi itu harus ada dalam makanan yang kita makan sehari-hari. Tidak adanya satu dua zat gizi dalam jangka waktu lama tentu akan mempengaruhi tubuh dan tentunya akan berimbas pada kesehatan kita juga. 

Jadi sebaiknya kita tidak menghilangkan zat gizi tertentu dalam diet kita namun kita hanya perlu mengatur berapa banyak yang kita masukkan ke dalam tubuh sesuai kebutuhan. Dan tentu masing-masing orang akan berbeda. Mungkin ada yang butuh Karbohidrat lebih besar karena dia seorang pekerja bangunan misalnya. Namun bagi yang kerja hanya dibelakang meja dan kurang gerak makan protein lebih banyak. 

Demikian yang bisa saya sharing saat ini. Semoga bermanfaat. 

Kamis, 22 September 2016

GULA ! Kawan atau Lawan? #8

20.29.00 0 Comments
 
Judul udah jelas GULA! Kawan atau lawan?

Nah ini batasan konsumsi GULA PASIR kita per orang perhari ya. Berapa? 50gram per orang/hari! Atau setara dengan 4 sendok makan!

So... kalau lebih dari itu, maka GULA akan menjadi LAWAN!

GULA ! Kawan atau Lawan? #7

20.28.00 0 Comments
Sudah kita ketahui apa itu GULA, apa itu DIABETES, siapa saja yang bisa kena dan apa gejala serta akibat diabetes, trus apa solusinya nih agar kita tidak terkena diabetes atau yang udah kena ga makin parah?

GULA ! Kawan atau Lawan? #4

20.26.00 0 Comments
Perlu juga kita ketahui bahwa gula yang sehari-hari kita konsumsi itu termasuk SUKROSA. 
Masih ingatkah SUKROSA termasuk KARBOHIDRAT yang mana? 
SIMPLE atau KOMPLEKS?

GULA ! Kawan atau Lawan? #5

20.26.00 0 Comments


Sekarang kita sudah tahu ya macam-macam GULA. Selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana tubuh memproses gula yang masuk.

Organ tubuh yang paling awal sensitif dengan gula adalah PANKREAS. Saat tubuh kekurangan atau kelebihan gula, pankreas akan beraksi.

GULA ! Kawan atau Lawan? #3

20.25.00 0 Comments
Sebenarnya, apa sih manfaat GULA?

Gula adalah turunan karbohidrat yang lebih sering disebut sebagai GLUKOSA merupakan sumber ENERGI tubuh kita.

Semua GULA yang masuk tubuh baik yang masih berupa karbohidrat ataupun turunannya, akan dimetabolisme oleh tubuh menjadi sumber Energi.

GULA ! Kawan atau Lawan? #1

20.23.00 0 Comments

Semangat Pagi :)

Pada beberapa postingan kedepan mulai dari postingan ini, saya akan membahas mengenai GULA. Saat teman-teman mendengar atau membaca G.U.L.A , apa yang terpikir dalam pikiran atau benak teman-teman?