Kesehatan adalah mahkota yang dipakai orang sehat, tetapi hanya orang sakit yang dapat melihatnya. - (Imam Syafi’i)
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau dan luas daratan 1.904.569 kilometer persegi. Terbagi dalam 34 propinsi, 416 kabupaten dan 98 kota dengan sistem pemerintahan desentralisasi. Merupakan negara keempat dengan jumlah penduduk terpadat di dunia yaitu 258 juta jiwa. Dengan kepadatan penduduk mencapai 135,2 orang per kilometer persegi dengan angka pertumbuhan penduduk sebesar 1,38% dan umur harapan hidup 70,1 tahun.
Indonesia memiliki 9.767 puskesmas dengan rasio puskesmas per 30.000 orang sebesar 1,13 namun hanya 1.618 puskesmas yang memiliki tenaga bidang promosi kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan berjumlah 341.536 orang dengan jumlah tenaga medis sebanyak 289.465 orang. (Sumber dari Profil Kesehatan Kemenkes 2016)
![]() |
Profil Kesehatan Indonesia Kemenkes 2016 (Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI) |
Sedangkan pada Profil Kesehatan Indonesia 2019 disebutkan total jumlah Puskesmas di Indonesia sampai dengan Desember 2019 adalah 10.134 puskesmas, yang terdiri dari 6.086 Puskesmas rawat inap dan 4.048 Puskesmas non rawat inap. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu sebanyak 9.993, dengan jumlah Puskesmas rawat inap sebanyak 3.623 puskesmas dan Puskesmas non rawat inap sebanyak 6.370 puskesmas.
Perkembangan jumlah puskesmas sejak tahun 2015 jumlah Puskesmas semakin meningkat, dari 9.754 unit menjadi 10.134 Puskesmas pada tahun 2019. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, peningkatan jumlah Puskesmas rata-rata 70 Puskesmas per tahun. Peningkatan jumlah Puskesmas tersebut menggambarkan upaya pemerintah dalam pemenuhan akses terhadap pelayanan kesehatan primer.
Pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan primer dapat dilihat secara umum dari rasio Puskesmas terhadap kecamatan. Rasio Puskesmas terhadap kecamatan pada tahun 2019 sebesar 1,4. Hal ini menggambarkan bahwa rasio ideal Puskesmas terhadap kecamatan yaitu minimal 1 Puskesmas di 1 kecamatan, secara nasional sudah terpenuhi, tetapi perlu diperhatikan distribusi dari Puskesmas tersebut di seluruh kecamatan.
Dengan Profil Kesehatan seperti tersebut diatas, sungguh besar tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan Kesehatan bagi rakyatnya. Begitu banyak problematika kesehatan yang muncul seiring dengan perubahan lingkungan juga pola hidup rakyatnya. Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular menjadi ancaman bagi semua pihak. Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan Indonesia Sehat.
Situasi Penyakit Menular di Indonesia bisa kita lihat pada infografis berikut. 8 Besar Penyakit Tidak Menular berdasarkan prevalensinya yaitu : Kanker, Gagal Ginjal, Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Diabetes Mellitus, Cedera dan Hipertensi. Terlihat bahwa Penyakit Hipertensi memiliki Prevalensi tertinggi diikuti Stroke yang merupakan komplikasi dari hipertensi.
![]() |
Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia (Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI) |
![]() |
Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia (Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI) |
Padahal stroke sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengenali FAKTOR RISIKO dan melakukan pengendalian terhadap faktor risiko yang dimiliki agar tidak berlanjut menjadi penyakit dengan melakukan POLA HIDUP SEHAT.
![]() |
(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI) |
Maka penting bagi kita untuk tahu kondisi tubuh kita. Mengenali faktor risiko yang ada dalam diri kita. Dengan mengenali faktor risiko yang ada, diharapkan kita bisa melakukan tindakan pencegahan agar faktor risiko itu tidak berlanjut menjadi penyakit. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesehatan.
![]() |
(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI) |
Dunia Blog bisa menjadi jalan untuk meningkatkan awareness masyarakat. Hal ini merupakan Peluang yang harus bisa saya manfaatkan seoptimal mungkin. Sebagai seorang Blogger sekaligus Dokter, saya harus bisa Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog di Bidang Kesehatan ini. Menurut saya, peluang dunia blog tidak hanya Peluang untuk Mendapatkan Penghasilan saja namun juga Peluang untuk menyebarkan kebaikan, meningkatkan awareness dan berbagi manfaat.
Sungguh beruntung saya bisa mengikuti webinar-webinar tersebut. Dari webinar yang saya ikuti, saya jadi tahu bagaimana Foto Oke Cuma Pakai Hape, juga Ngedit Foto Kece Cuma Pakai Hape. Juga jadi tahu bagaimana desain grafis menggunakan canva. Dan tidak kalah pentingnya webinar Menulis Konten Berkualitas serta Memenangi Lomba Blog yang membuat saya berani berbagi tulisan ini. Dalam webinar tersebut, mentor sekaligus Ketua IIDN, Widyanti Yuliandari mengatakan bahwa sebisa mungkin seorang blogger itu membuat konten yang unik dan disertai data yang akurat yang diambil dari sumber terpercaya.
![]() |
9 Webinar Ngeblog Bareng yang Saya ikuti |
![]() |
Paket IM3 yang saya gunakan (Freedom U) |

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN
Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar