Darting nih saya ngadepi anak-anak yang bandel ini.
Jangan makan daging kambing. Ntar darah tinggi lo.
Marah-marah mulu. Darah tinggi ya?
Sering dengar ungkapan seperti itu? Bener gak sih kalau makan daging kambing itu bikin darah tinggi? Apa iya kalau orang darah tinggi itu memang sukanya marah-marah?
Sebenarnya apa sih Darah Tinggi itu?
Yuk Kita Kenali Apa Penyebab dan Bagaimana Pencegahannya
Pengertian
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Hipertensi adalah Suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg (≥ 140mmHg) dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg (≥ 90mmHg).
Sistolik menunjukan tekanan ketika
jantung Anda memompa darah ke seluruh tubuh,. Sementara diastolik menunjukkan tekanan ketika
jantung Anda dalam keadaan istirahat yaitu saat terjadi pengisian darah ke
jantung (di antara ketukan atau detak).
Sistolik adalah angka yang ada di “atas” dan diastolik adalah angka yang ada di “bawah”. Jika tekanan darah Anda adalah 120/80, 120 adalah sistolik dan 80 adalah diastolik.

- Prahipertensi: sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg
- Hipertensi tahap 1: sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg
- Hipertensi tahap 2: sistolik lebih dari maupun sama dengan 160 mmHg, atau diastolik lebih dari ataupun sama dengan 100 mmHg
Prevalensi
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi. Dan setiap tahunnya di dunia diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.
Di Tingkat Nasional, berdasarkan data Riskesdas, prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2013 sebesar 25,8%.Sedangkan berdasarkan data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016 menunjukkan prevalensi tekanan darah tinggi pada penduduk usia 18 tahun keatas adalah 32,4%.
Tuh. Banyak kan ternyata yang menderita darah tinggi.
Namun dari kedua studi tersebut juga diketahui bahwa hanya sepertiga penderita hipertensi (36,8%) yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang minum obat. Artinya apa? Artinya banyak penderita yang TIDAK MENYADARI bahwa dirinya menderita darah tinggi ataupun mendapatkan pengobatan. Itulah kenapa Hipertensi disebut the silent killer karena tidak semua penderita hipertensi mengenali/merasakan keluhan maupun gejala.
Padahal sebenarnya penyakit ini bisa dicegah lo.
Penyebab
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Hipertensi terbagi atas Hipertensi Essensial (Primer) dan Hipertensi Sekunder.
Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Sedangkan hipertensi sekunder umumnya
disebabkan oleh berbagai kondisi seperti: Penyakit ginjal, Penyakit kelenjar
tiroid, Tumor kelenjar adrenal dll. Sebagian besar penderita hipertensi
menderita hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya.
Pencegahan
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Terdapat dua Faktor Risiko Hipertensi yaitu :
- Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
- Faktor Risiko yang Dapat Diubah.
- Umur
- Jenis Kelamin
- Genetik
- Merokok
- Diet rendah serat
- Dislipidemia
- Konsumsi garam berlebih
- Kurang aktivitas fisik
- Stres
- Berat badan berlebih/ kegemukan
- Konsumsi alkohol
Pengendalian
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
- Batasi konsumsi garam (jangan melebihi 1 sendok teh per hari)
- Melakukan aktivitas fisik secara teratur
- Tidak merokok dan menghindari asam rokok
- Makan gizi seimbang
- Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
- Menghindari minum alkohol
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Pola Makan
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Penting untuk Diketahui dan Dilakukan
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
- Cek Kesehatan Secara Berkala
- Enyahkan Asap Rokok
- Rajin Aktivitas Fisik/Olahraga
- Diet Sehat dan Seimbang
- Istirahat Cukup
- Kelola Stres

- Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
- Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
- Tetap diet dengan gizi seimbang
- Upayakan aktivitas fisik dengan aman.
- Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
- Cara Minum Obat
- Fungsi Obat mana yang jangka panjang mana yang jangka pendek atau penghilang gejala saja.
![]() |
Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar