Follow Us @soratemplates

Minggu, 10 Januari 2021

Apa yang harus dilakukan saat Isolasi Mandiri?

07.25.00 0 Comments

Hampir setahun pandemi ini berlangsung dan sepertinya semakin banyak orang disekitar kita yang terkena Covid-19. Berbagai upaya kita lakukan untuk mencegah agar tidak tertular virus ini. Namun apabila ternyata ada keluarga atau orang disekitar kita yang terkena, apa yang harus kita lakukan? Yang pertama JANGAN PANIK. Berikut saya sampaikan beberapa pedoman yang saya ambil dari PEDOMAN TATALAKSANA COVID-19 Edisi 3 Desember 2020.


TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19

TANPA GEJALA 

a. Isolasi dan Pemantauan

• Isolasi mandiri di rumah selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah. 

• Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) 

• Kontrol di FKTP terdekat setelah 10 hari karantina untuk pemantauan klinis

b. Non-farmakologis

Berikan edukasi terkait tindakan yang perlu dikerjakan (leaflet untuk dibawa ke rumah) :

Pasien :

- Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan anggota keluarga

- Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin.

- Jaga jarak dengan keluarga (physical distancing)

- Upayakan kamar tidur sendiri / terpisah

- Menerapkan etika batuk (Diajarkan oleh tenaga medis)  

- Alat makan-minum segera dicuci dengan air sabun

- Berjemur matahari minimal sekitar 10-15 menit setiap harinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore).

- Pakaian yg telah dipakai sebaiknya dimasukkan dalam kantong plastik / wadah tertutup yang terpisah dengan pakaian kotor keluarga yang lainnya sebelum dicuci dan segera dimasukkan mesin cuci  

- Ukur dan catat suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam hari)

- Segera beri informasi ke petugas pemantau/FKTP atau keluarga jika terjadi peningkatan suhu tubuh > 38°C


Lingkungan/kamar:

- Perhatikan ventilasi, cahaya dan udara

- Membuka jendela kamar secara berkala

- Bila memungkinkan menggunakan APD saat membersihkan kamar (setidaknya masker, dan bila memungkinkan sarung tangan dan goggle).

- Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin.

- Bersihkan kamar setiap hari , bisa dengan air sabun atau bahan desinfektan lainnya

Keluarga:

- Bagi anggota keluarga yang berkontak erat dengan pasien sebaiknya memeriksakan diri ke FKTP/Rumah Sakit.

- Anggota keluarga senanitasa pakai masker 

- Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien

- Senantiasa mencuci tangan

- Jangan sentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih

- Ingat senantiasa membuka jendela rumah agar sirkulasi udara tertukar

- Bersihkan sesering mungkin daerah yg mungkin tersentuh pasien misalnya gagang pintu dll


Kriteria Selesai Isolasi

Kriteria pasien konfirmasi yang dinyatakan selesai isolasi, sebagai berikut: 

a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik)

Pasien konfirmasi asimtomatik tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi apabila sudah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. 

b. Kasus konfirmasi dengan gejala ringan dan gejala sedang

Pasien konfirmasi dengan gejala ringan dan gejala sedang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi harus dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.


Semua info diatas diambil dari sumber : 

PEDOMAN TATALAKSANA COVID-19 Edisi 3 Desember 2020


http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19


Dan tambahan dari saya, sebagai antisipasi kejadian Happy Hypoxia maka sebaiknya kita memiliki oxymeter. Banyak oxymeter yang dijual dengan harga terjangkau dan insyaallah cukup akurat untuk mengetahui saturasi oksigen dalam darah kita. 



Fenomena berkurangnya jumlah oksigen di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala inilah yang dikenal dengan sebutan happy hypoxia. Normalnya, kadar oksigen di dalam darah (saturasi oksigen) ada pada rentang 95–100% atau sekitar 75–100 mmHg. Ketika kadar oksigen di dalam darah berkurang hingga di bawah angka tersebut, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini disebut hipoksemia atau hipoksia.

Sumber : 

https://www.alodokter.com/mengenal-happy-hypoxia-pada-penyakit-covid-19#:~:text=Nah%2C%20meski%20terkadang%20tidak%20bergejala,dikenal%20dengan%20sebutan%20happy%20hypoxia.



Minggu, 18 Oktober 2020

Darah Tinggi. Yuk Kenali Penyebab dan Pencegahannya

11.43.00 0 Comments

Darting nih saya ngadepi anak-anak yang bandel ini. 

Jangan makan daging kambing. Ntar darah tinggi lo.

Marah-marah mulu. Darah tinggi ya?


Sering dengar ungkapan seperti itu? Bener gak sih kalau makan daging kambing itu bikin darah tinggi? Apa iya kalau orang darah tinggi itu memang sukanya marah-marah?


Sebenarnya apa sih Darah Tinggi itu?


Yuk Kita Kenali Apa Penyebab dan Bagaimana Pencegahannya


Bahasan :


Pengertian

Darah Tinggi. Penyebutan ini sebenarnya kurang tepat. Penyebutan baku adalah TEKANAN DARAH TINGGI atau HIPERTENSI. Dalam postingan ini akan saya pakai kata HIPERTENSI ya. Kemudian siapa yang disebut penderita Hipertensi? 


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Hipertensi adalah Suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg (≥ 140mmHg)  dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg (≥ 90mmHg).

Sistolik menunjukan tekanan ketika jantung Anda memompa darah ke seluruh tubuh,. Sementara diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung Anda dalam keadaan istirahat yaitu saat terjadi pengisian darah ke jantung (di antara ketukan atau detak).

Sistolik adalah angka yang ada di “atas” dan diastolik adalah angka yang ada di “bawah”Jika tekanan darah Anda adalah 120/80, 120 adalah sistolik dan 80 adalah diastolik


Trus tekanan darah yang normal itu berapa sih? 

Salah satu guideline terbaru yang dapat dijadikan acuan di Indonesia adalah guideline Joint National Committee (JNC) 8. JNC 8 mengeluarkan standar normal tekanan darah berdasarkan sistolik maupun diastolik.Tekanan darah dikatakan normal jika nilai sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg, atau disederhanakan menjadi di bawah 120/80.




Klasifikasi Tekanan Darah menurut JNC 8 
  • Prahipertensi: sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg
  • Hipertensi tahap 1: sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg
  • Hipertensi tahap 2: sistolik lebih dari maupun sama dengan 160 mmHg, atau diastolik lebih dari ataupun sama dengan 100 mmHg

Prevalensi

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang  paling umum dan paling banyak disandang orang di dunia. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi. Setiap tahunnya di dunia diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi. Dan setiap tahunnya di dunia diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Di Tingkat Nasional, berdasarkan data Riskesdas, prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2013 sebesar 25,8%.Sedangkan berdasarkan data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016 menunjukkan prevalensi tekanan darah tinggi pada penduduk usia 18 tahun keatas adalah 32,4%. 

Tuh. Banyak kan ternyata yang menderita darah tinggi. 

Namun dari kedua studi tersebut juga diketahui bahwa hanya sepertiga penderita hipertensi (36,8%) yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang minum obat. Artinya apa? Artinya banyak penderita yang TIDAK MENYADARI bahwa dirinya menderita darah tinggi ataupun mendapatkan pengobatan. Itulah kenapa Hipertensi disebut the silent killer karena tidak semua penderita hipertensi mengenali/merasakan keluhan maupun gejala.

Padahal sebenarnya penyakit ini bisa dicegah lo. 


Penyebab



Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Hipertensi terbagi atas Hipertensi Essensial (Primer) dan Hipertensi Sekunder

Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Sedangkan hipertensi sekunder umumnya disebabkan oleh berbagai kondisi seperti: Penyakit ginjal, Penyakit kelenjar tiroid, Tumor kelenjar adrenal dll. Sebagian besar penderita hipertensi menderita hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya.


Pencegahan 

Kemudian apa yang harus kita lakukan agar kita tidak terkena Hipertensi? Pertama kenali FAKTOR RISIKO HIPERTENSI.


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Terdapat dua Faktor Risiko Hipertensi yaitu :

  1. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah 
  2. Faktor Risiko yang Dapat Diubah.

1. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
 
Faktor Risiko yang melekat pada penderita Hipertensi dan tidak dapat diubah, antara lain :
  • Umur
  • Jenis Kelamin
  • Genetik


2. Faktor Risiko yang dapat diubah

Faktor Risiko yang diakibatkan perilaku tidak sehat dari penderita hipertensi antara lain :
  • Merokok
  • Diet rendah serat
  • Dislipidemia
  • Konsumsi garam berlebih
  • Kurang aktivitas fisik
  • Stres
  • Berat badan berlebih/ kegemukan
  • Konsumsi alkohol

Pengendalian

Apa yang bisa kita lakukan apabila kita sudah mengetahui dan mengenali penyebab serta faktor risikonya? Ini yang akan kita bahas selanjutnya. Bagaimana mengendalikan faktor risiko serta penyebab yang mungkin ada dalam diri kita. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Dari faktor risiko yang ada mungkin akan muncul gejala seperti sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, gelisah, penglihatan kabur, mudah lelah dan lainnya. Namun mungkin juga tidak muncul gejala apapun. Tanpa gejala ini yang paling sering terjadi. Seseorang tidak merasakan gejala apapun namun saat iseng memeriksakan tekanan darah, baru diketahui ternyata tekanan darahnya tinggi. Hal ini yang membahayakan. Karena seseorang tidak merasa tekanan darahnya tinggi kemudian melakukan aktivitas fisik berlebihan atau terlalu banyak pikiran (stress) dalam pekerjaan bisa tiba-tiba jatuh dalam keadaan stroke.
 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui tekanan darah kita secara berkala. Pengukuran bisa dilakukan sendiri (apabila punya alatnya dan bisa menggunakannya) atau ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga kita bisa antisipasi hal-hal yang membahayakan apabila ternyata tekanan darahnya tinggi. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Setelah diketahui tekanan darahnya, berikut ada tips untuk mencegah dan mengendalikan agar tekanan darah normal. Tips itu antara lain :
  • Batasi konsumsi garam (jangan melebihi 1 sendok teh per hari)
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Tidak merokok dan menghindari asam rokok
  • Makan gizi seimbang
  • Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
  • Menghindari minum alkohol 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI

Pola Makan

Apabila Anda ternyata mengalami hipertensi, ada pola makan yang sebaiknya dilakukan. Mengurangi gula, garam, dan lemak serta memperbanyak sayur dan buah.



Cara memasak yang dianjurkan adalah menumis, kukus atau panggang. Apabila menggoreng, minyak secukupnya saja. Dan menggunakan bumbu rempah untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan.


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Berikut ini modifikasi Dietary Approaches to stop Hypertension (DASH) bagi penderita hipertensi yang ingin menurunkan tekanan darahnya. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Penting untuk Diketahui dan Dilakukan

Hipertensi bisa menyebabkan timbulnya penyakit lain atau bisa dikatakan menimbulkan komplikasi. Itu harus diketahui. Betapa bahayanya hipertensi ini. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa menyebabkan Penyakit Jantung, Stroke, Penyakit Ginjal, Gangguan Penglihatan, Penyakit Pembuluh Darah Tepi, Gangguan Saraf dan Gangguan Otak.  




Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk 
  1. Cek Kesehatan Secara Berkala
  2. Enyahkan Asap Rokok
  3. Rajin Aktivitas Fisik/Olahraga
  4. Diet Sehat dan Seimbang
  5. Istirahat Cukup
  6. Kelola Stres

Apabila Anda sudah menderita hipertensi, maka kendalikan dengan PATUH
  • Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  • Tetap diet dengan gizi seimbang
  • Upayakan aktivitas fisik dengan aman.
  • Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Dan berikut merupakan rekomendasi tindak lanjut hipertensi. Anda harus menyadari bahwa apabila Anda hipertensi, Anda harus bersabar karena PENGOBATAN HIPERTENSI MERUPAKAN PENGOBATAN YANG LAMA DAN MUNGKIN AKAN TERUS MENERUS SEPANJANG HIDUP. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui tekanan darah kita sedini mungkin agar kita bisa mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah yang bisa menyebabkan hipertensi.


Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Ini juga penting untuk Anda ketahui. Apabila Anda sudah terkena hipertensi, maka Anda harus berobat rutin. Bisa berobat di fasilitas kesehatan terdekat karena kita ketahui bahwa pengobatan hipertensi itu pengobatan jangka panjang dan mungkin juga seumur hidup. 

Sebagai penderita hipertensi, apa yang harus Anda ketahui saat berobat? Yang harus Anda ketahui adalah :
  • Cara Minum Obat
  • Fungsi Obat mana yang jangka panjang mana yang jangka pendek atau penghilang gejala saja. 

Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI


Panjang ya ternyata pembahasan hipertensi ini. Semoga denagn tulisan ini Anda bisa mengetahui dan mengenali faktor risiko yang ada dalam diri Anda sehingga Anda bisa melaukan hal-hal yang bisa menghindarkan diri dati peningkatan tekanan darah yang bisa menyebabkan hipertensi.   


Kamis, 08 Oktober 2020

Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog di Bidang Kesehatan

00.22.00 0 Comments
Kesehatan adalah mahkota yang dipakai orang sehat, tetapi hanya orang sakit yang dapat melihatnya. - (Imam Syafi’i)


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau dan luas daratan 1.904.569 kilometer persegi. Terbagi dalam 34 propinsi, 416 kabupaten dan 98 kota dengan sistem pemerintahan desentralisasi. Merupakan negara keempat dengan jumlah penduduk terpadat di dunia yaitu 258 juta jiwa. Dengan kepadatan penduduk mencapai 135,2 orang per kilometer persegi dengan angka pertumbuhan penduduk sebesar 1,38% dan umur harapan hidup 70,1 tahun. 


Indonesia memiliki 9.767 puskesmas dengan rasio puskesmas per 30.000 orang sebesar 1,13 namun hanya 1.618 puskesmas yang memiliki tenaga bidang promosi kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan berjumlah 341.536 orang dengan jumlah tenaga medis sebanyak 289.465 orang. (Sumber dari Profil Kesehatan Kemenkes 2016)


Profil Kesehatan Indonesia Kemenkes 2016
(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Sedangkan pada Profil Kesehatan Indonesia 2019 disebutkan total jumlah Puskesmas di Indonesia sampai dengan Desember 2019 adalah 10.134 puskesmas, yang terdiri dari 6.086 Puskesmas rawat inap dan 4.048 Puskesmas non rawat inap. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu sebanyak 9.993, dengan jumlah Puskesmas rawat inap sebanyak 3.623 puskesmas dan Puskesmas non rawat inap sebanyak 6.370 puskesmas. 


Perkembangan jumlah puskesmas sejak tahun 2015 jumlah Puskesmas semakin meningkat, dari 9.754 unit menjadi 10.134 Puskesmas pada tahun 2019. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, peningkatan jumlah Puskesmas rata-rata 70 Puskesmas per tahun. Peningkatan jumlah Puskesmas tersebut menggambarkan upaya pemerintah dalam pemenuhan akses terhadap pelayanan kesehatan primer. 


Pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan primer dapat dilihat secara umum dari rasio Puskesmas terhadap kecamatan. Rasio Puskesmas terhadap kecamatan pada tahun 2019 sebesar 1,4. Hal ini menggambarkan bahwa rasio ideal Puskesmas terhadap kecamatan yaitu minimal 1 Puskesmas di 1 kecamatan, secara nasional sudah terpenuhi, tetapi perlu diperhatikan distribusi dari Puskesmas tersebut di seluruh kecamatan.


Dengan Profil Kesehatan seperti tersebut diatas, sungguh besar tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan Kesehatan bagi rakyatnya. Begitu banyak problematika kesehatan yang muncul seiring dengan perubahan lingkungan juga pola hidup rakyatnya. Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular menjadi ancaman bagi semua pihak. Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan Indonesia Sehat.  


Situasi Penyakit Menular di Indonesia bisa kita lihat pada infografis berikut. 8 Besar Penyakit Tidak Menular berdasarkan prevalensinya yaitu : Kanker, Gagal Ginjal, Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Diabetes Mellitus, Cedera dan Hipertensi.  Terlihat bahwa Penyakit Hipertensi memiliki Prevalensi tertinggi  diikuti Stroke yang merupakan komplikasi dari hipertensi.



Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia
(Sumber Gambar 
FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Dan ternyata STROKE merupakan Penyebab Kematian Tertinggi dari 10 Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia disusul kematian akibat penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena sebenarnya penyakit tersebut bisa dikenali dari faktor risiko yang ada sehingga harusnya bisa dicegah jangan sampai terjadi bahkan sampai menimbulkan kematian. 


Stroke adalah suatu kondisi akibat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Pasokan itu bisa terganggu atau berkurang dikarenakan tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah bisa tersumbat atau pecah apabila pembuluh darah menyempit atau tekanan meningkat atau keduanya. Jadi bisa dikatakan STROKE merupakan KOMPLIKASI dari penyakit hipertensi serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Stroke mengakibatkan gejala gangguan saraf bahkan kematian.


Berdasarkan pengalaman selama saya bertugas di Puskesmas, usia penderita Hipertensi semakin kesini semakin muda. Dulu, yang memeriksakan diri karena Hipertensi (sering disebut juga sebagai Darah Tinggi) itu mbah-mbah yang berusia 60 tahun keatas. Namun saat ini sering saya temui pasien dengan usia kisaran 30 tahunan sudah menderita hipertensi bahkan mengalami stroke. Dan dari sistem registrasi sampel Litbangkes (2014), stroke menempati urutan pertama penyebab kematian utama di segala umur (21,1 %).


Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia
(Sumber Gambar 
FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Padahal stroke sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengenali FAKTOR RISIKO dan melakukan pengendalian terhadap faktor risiko yang dimiliki agar tidak berlanjut menjadi penyakit dengan melakukan POLA HIDUP SEHAT. 

(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)

Maka penting bagi kita untuk tahu kondisi tubuh kita. Mengenali faktor risiko yang ada dalam diri kita. Dengan mengenali faktor risiko yang ada, diharapkan kita bisa melakukan tindakan pencegahan agar faktor risiko itu tidak berlanjut menjadi penyakit. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesehatan.  


(Sumber Gambar FP Direktorat P2PTM Kemenkes RI)


Dunia Blog bisa menjadi jalan untuk meningkatkan awareness masyarakat. Hal ini merupakan Peluang yang harus bisa saya manfaatkan seoptimal mungkin. Sebagai seorang Blogger sekaligus Dokter, saya harus bisa Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog di Bidang Kesehatan ini. Menurut saya, peluang dunia blog tidak hanya Peluang untuk Mendapatkan Penghasilan saja namun juga Peluang untuk menyebarkan kebaikan, meningkatkan awareness dan berbagi manfaat. 


Untuk mengoptimalkan peluang dunia blog, diperlukan ilmu. Ilmu yang bisa meningkatkan pengetahuan serta skill kita saat blogging. Selain ilmu, penting juga bagi seorang blogger untuk bergabung dengan komunitas yang bisa menunjang pengembangan blog kita. Saya sangat merasakan manfaat bergabung dengan komunitas. Dengan bergabung komunitas, saya lebih update ilmu karena sering mendapatkan informasi dari teman-teman komunitas. Salah satunya informasi tentang webinar Ngeblog Bareng yang diselenggarkan Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) bekerjasama dengan IM3 Ooredo. Webinar ini berlangsung mulai dari tanggal 29 Agustus hingga 3 Oktober 2020. Dari 25 Webinar yang berkaitan dengan Blogging itu, saya mengikuti 9 diantaranya.
 

Sungguh beruntung saya bisa mengikuti webinar-webinar tersebut. Dari webinar yang saya ikuti, saya jadi tahu bagaimana Foto Oke Cuma Pakai Hape, juga Ngedit Foto Kece Cuma Pakai Hape. Juga jadi tahu bagaimana desain grafis menggunakan canva. Dan tidak kalah pentingnya webinar Menulis Konten Berkualitas serta Memenangi Lomba Blog yang membuat saya berani berbagi tulisan ini. Dalam webinar tersebut, mentor sekaligus Ketua IIDN, Widyanti Yuliandari mengatakan bahwa sebisa mungkin seorang blogger itu membuat konten yang unik dan disertai data yang akurat yang diambil dari sumber terpercaya.  


9 Webinar Ngeblog Bareng yang Saya ikuti  


Untuk menunjang aktivitas blogging dan mengoptimalkan blog, sangat penting menggunakan jaringan internet yang cepat dan stabil. Dari webinar series yang saya ikuti, saya jadi tahu produk atau layanan terbaru IM3 Ooredoo yaitu IMPreneur dan IMClass. Padahal saya juga pengguna produk IM3 Ooredo. Alhamdulillah dengan paket IM3 Freedom U yang saya pilih, saya tidak mengalami kendala selama mengikuti webinar. 



Paket IM3 yang saya gunakan (Freedom U)








 “Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN 

Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging” 

 http://bit.ly/im3ooredoxiidn 



Senin, 05 Oktober 2020

Mau Piknik? Ini 7 Rekomendasi Wisata di Ngargoyoso Yang Wajib Dikunjungi

22.15.00 3 Comments


Piknik. Siapa sih yang ngga suka piknik? Keluar sebentar dari rutinitas yang biasa kita lakukan, menghilangkan kejenuhan dan mendapatkan kembali energi juga semangat untuk beraktifitas lagi. Jiwa raga terasa full power kayak batere yang baru di-charge


Namun ternyata ada juga lo yang ngga suka piknik dan stress duluan bahkan sebelum berangkat piknik. Mungkin bayangannya kalau piknik itu harus jauh dan butuh biaya banyak. Padahal piknik itu ga harus jauh lo dan bisa juga dengan biaya minim. 


Caranya? 

Eksplore daerah wisata di sekitar tempat tinggal kita, cari info tentang wisata yang ada disekitar kita yang terjangkau jarak dan biaya. Bahkan sekarang tinggal gugling maka akan kita temukan banyak sekali  Rekomendasi Wisata. Tinggal kita cari yang sesuai keinginan kita. 


Nah, kali ini saya mau kasih Rekomendasi Wisata yang ada di sekitar saya ya. Tepatnya di daerah Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Begitu banyak potensi wisata di Karanganyar mulai dari Wisata Alam, Budaya bahkan Kuliner yang tidak boleh Anda lewatkan. Saya hanya akan berbagi 7 rekomendasi Wisata di Ngargoyoso yang merupakan sebagian dari seluruh potensi wisata yang ada di Karanganyar. Jangan lewatkan ya. 



7 Rekomendasi Wisata di Ngargoyoso



1. Candi Sukuh

Candi Sukuh terletak di daerah dataran tinggi Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Dengan jarak sekitar 20 km dari pusat kota Karanganyar (sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan pribadi) atau 40 km dari Solo (kurang lebih satu jam perjalanan dengan kendaraan pribadi). Candi Sukuh merupakan Candi peninggalan Hindu. 

Pesona Alam sekaligus bangunan cagar budaya bisa kita lihat disini. Wisata Alam sekaligus wisata budaya menguak sejarah yang bisa kita lihat dari relief candi. Dengan tiket masuk hanya 7.000 rupiah bagi wisatawan lokal dan 25.000 rupiah untuk wisatawan mancanegara. Murah kan? Buka setiap hari mulai jam 8 pagi hingga jam 5 sore (08.00-17.00). Bahkan mulai 1 Oktober 2020, sudah bisa menggunakan tiket elektronik di Candi Sukuh.

Bagi yang akan ke Candi Sukuh dengan kendaraan pribadi, sebaiknya harus mengetahui bahwa medan yang ditempuh cukup berliku dan menanjak. Sehingga diperlukan keahlian dan kendaraan yang sesuai. Dan selama pandemi, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan selama bepergian demi kebaikan dan kesehatan kita bersama. 



Foto Koleksi Pribadi yang menunjukkan betapa berliku dan menanjaknya jalan ke Candi Sukuh.

Foto Koleksi Pribadi yang menunjukkan jalan berliku dan menanjak serta sempit


Foto Koleksi Pribadi yang diambil dari Pelataran Candi Sukuh

Foto Koleksi Pribadi. Ini sebenarnya merupakan gerbang masuk candi namun saat ini sudah tidak digunakan sebagai pintu masuk wisatawan

Tangga Bangunan Utama Candi Suku (Foto Koleksi Pribadi)



2. Air Terjun Jumog

Bagi yang suka wisata alam, tempat wisata yang satu ini jangan sampai dilewatkan. Berlokasi di desa yang sama dengan Candi sukuh (Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar), tempat ini menawarkan pemandangan alam air terjun yang mempesona.  Dengan harga tiket masuk 10.000 bagi wisatawan lokal dan 15.000 bagi wisatawan mancanegara. Buka setiap dari dari jam 08.00 hingga 16.30.

Wisata Air Terjun Jumog juga ramah anak. Ada fasilitas kolam renang yang bisa digunakan anak-anak untuk bermain air. Dan jangan takut kelaparan, karena banyak penjaja makanan yang siap melayani Anda di kawasan wisata Air Terjun Jumog. 

Namun jangan lupa patuhi protokol kesehatan ya apabila Anda akan berwisata dalam waktu dekat ini. Kesehatan Anda yang utama.


Kolam Bermain Anak (Foto Koleksi Pribadi)


Air Terjun Jumog (Foto Koleksi Pribadi)


Pemandangan Dalam Kawasan Air Terjun Jumog (Foto Koleksi Pribadi)



3. Telaga Madirda

Masih di desa yang sama dengan Candi Sukuh dan Air Terjun Jumog (Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar), ada tempat wisata yang baru yaitu Telaga Madirda. Asyik kan dalam satu area ada banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Untuk telaganya sendiri sebenarnya sudah ada sejak dulu namun baru dipercantik dan launching tahun 2020. 

Banyak Fasilitas yang ditawarkan di wisata Telaga Madirda. Diantaranya adalah : Camping Ground, Perahu (kano), Perahu Bebek Anak, Perahu Bebek Dewasa, Spot Selfie, Gazebo dan beberapa fasilitas lain yang masih dalam pengembangan (sumber : https://jelajahkaranganyar.id/telaga-madirda)


Telaga Madirda sebelum dipercantik (Foto Koleksi Pribadi)


Telaga Madirda setelah dipercantik tahun 2020 (Sumber Gambar : Jelajah Karanganyar)



4. Kebun Teh Kemuning

Rekomendasi Wisata berikutnya adalah Kebun Teh Kemuning. Masih di wilayah Kecamatan Ngargoyoso namun beda desa dengan 3 tempat wisata sebelumnya (Candi Sukuh, Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda) yang terletak di Desa Berjo maka Kebun Teh ini berada di desa Kemuning. Hanya sekitar 15 menit waktu yang kita perlukan untuk berpindah dari Desa Berjo ke Desa Kemuning. 


Foto Koleksi Pribadi



Di Kemuning terhampar kebun teh yang luas. Dan terdapat banyak tempat kuliner yang akan saya bahas tersendiri di postingan ini juga. Bagi yang hobi foto, Kebun Teh Kemuning tidak boleh dilewatkan karena banyak spot foto baik yang gratis maupun berbayar yang bisa mempercantik timeline medsos Anda. 


Kebun Teh Kemuning
(sumber foto : https://www.karanganyarkab.go.id/20110704/agro-wisata-kebun-teh-kemuning)


Selain untuk tempat foto, kebun teh Kemuning juga menawarkan wisata off road jeep yang akan membawa Anda berkeliling kebun teh yang luas itu. Juga terdapat permainan air (tubing) bagi Anda yang suka main air dan Paralayang yang akan memacu adrenalin Anda.  Lengkap kan yang ditawarkan? Tunggu apa lagi? Ayo ke Kemuning. Tapi jangan lupa patuhi protokol kesehatan ya. Jangan sampai kita menulari atau ketularan.


5. Agro Wisata Jambu 

Masih di Kecamatan Ngargoyoso, kita bergeser sedikit ke desa berikutnya, Desa Jatirejo. Desa yang merupakan sentra perkebunan jambu. Disana, selain bisa memetik sendiri jambu dari pohonnya di kebun jambu, kita juga bisa menikmati berbagai olahan jambu merah seperti keripik, jus dan es krim yang semua berbahan jambu. Asyik kan?


Foto Kebun Jambu koleksi Pribadi

Sentra Olahan Berbahan Jambu Merah di Agrowisata Jambu Merah (Foto Koleksi Pribadi)


Bahkan di Agrowisata Jambu, juga menyediakan sarana outbound dan tempat untuk mengadakan pertemuan skala kecil maupun besar. Di Desa Jatirejo terdapat beberapa kebun yang bisa Anda kunjungi. Di kebun juga tersedia spot selfie yang akan memuaskan hasrat selfie Anda. Dan ingat, patuhi protokol kesehatan saat berwisata ya. Kita tidak pernah tahu apa dan siapa yang akan kita temui sehingga menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan saat bepergian sangat dianjurkan. 


6. Kampoeng Karet

Sudah ke kebun teh, kebun jambu, saatnya sekarang mengunjungi kampoeng karet yang terletak di Desa Puntukrejo,kecamatannya masih sama Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Disini tersedia fasilitas seperti outbound, camping ground dan resto. Juga tersedia wahana Flying Fox, Spot Selfie, Kolam Renang dan Terapi Ikan. Info lengkapnya bisa kunjungi https://www.kampoengkaret.com



Sumber Gambar dari : https://www.karanganyarkab.go.id/20180116/kampoeng-karet




Sumber Gambar dari : https://www.kampoengkaret.com


Sumber Gambar dari : https://www.kampoengkaret.com


Sumber Gambar dari : https://www.kampoengkaret.com


7. Wisata Kuliner Ngargoyoso

Udah capek berkeliling Ngargoyoso, sekarang saatnya kita makan. Saatnya memanjakan lidah dengan berbagai pilihan kuliner yang lezat. Hampir ada puluhan resto di Ngargoyoso yang bisa Anda kunjungi. Ada Ndoro Dongker dengan berbagai pilihan tehnya, ada Medjora cafe dengan kopinya, Mbak Ning dengan ayam timnya, Ada resto Bali Ndeso, Blowing, Omah Kodok, Kemuning resto, Dono resto, Java resto, Bale Branti, De Kemoening resto, Segoro ijoTaman Saraswati, juga Rumah Makan Special Tim & Panggang Bu Tutik yang dikelola teman saya. Semua resto itu berada di Ngargoyoso lo. Kenapa saya begitu hapal? Karena saya pernah bertugas di Ngargoyoso selama 12 tahun.   


Proses Pemasakan Ayam di Rumah Makan Bu Tutik (Foto Koleksi Pribadi)



Ayam Panggang RM Bu Tutik (Foto Koleksi Pribadi)

Jangan lupa membeli oleh-oleh khas Ngargoyoso ya. Ada Timus Bligo (olahan dari ubi ungu), berbagai keripik sayuran dan singkong jalak towo yang empuk. Juga Teh Kemuning yang seperti ada rasa-rasa kopi saat diminum. Terasa berbeda dengan teh yang lain. Sungguh pengalamam wisata yang lengkap yang akan Anda dapatkan saat Anda berwisata ke Ngargoyoso.



Masih banyak tempat wisata di Ngargoyoso yang belum saya ulas. Mungkin lain kali akan saya ulas lagi tempat wisata yang lain. Rekomendasi Wisata terbaru di Ngargoyoso pada khususnya dan di Karanganyar pada umumnya. 

Saatnya kita piknik untuk refresh kembali agar tidak jenuh namun selalu patuhi protokol kesehatan selama berwisata. Karena semua orang berpotensi menularkan. Maka mari kita saling menjaga.